Pages

Sabtu, 19 April 2014

LAPORAN KELOMPOK I
Ketua  : 1. Agita Nova Purba (131301044) 13044anp.blogspot.com
Anggota :2. Sri Hasyuni  (131301016) http://shasyuni.blogspot.com
         3. Novita Sari Lubis  (131301022) 13022opi.blogspot.com
         4. Leli Febrina Rosa  (131301100) 13100lfrs.blogspot.com
         5. Ice Kristiana S.  (131301124) 13124iks.blogspot.com


Evaluasi terhadap Kinerja Kelompok

Tugas observasi sekolah ini merupakan tugas Psikologi Pendidikan yang pertama kali melibatkan kami terjun ke lapangan. Saat diberikan tugas ini setelah mata kuliah selesai kami langsung mendiskusikan sekolah mana yang akan kami observasi dan setelah berdiskusi kami sepakat dengan SMP Putri Cahaya. Kami langsung membuat surat izin dan menetukan kapan observasi akan dilaksanakan.. Seminggu sebelum observasi beberapa orang perwakilan kelompok mengunjungi sekolah yang akan diobservasi untuk menanyakan keizinan mereka terhadap observasi kami. Kami juga menyiapkan beberpa pertanyaan, soevenir/hadiah, KTM, beberapa alat perekam (seperti : hp dan kamera) dan tak lupa membawa almamater yang kami pinjam dari beberapa kakak senior.
Kami pergi bersama-sama dengan mengendarai angkot dan becak, akhirnya kami sampai di sekolah tujuan kami yaitu SMP Putri Cahaya Medan. Di sana kami juga harus melapor ke satpam dulu atas kedatangan kami. Lalu kami bertemu kepala sekolah SMP ini untuk meminta izin sekaligus menanyakan kelas mana yang akan kami observasi. Disana kami membagi tugas, ada yang observasi di dalam kelas dan ada juga yang mendokumentasi kan fasilitas sekolah juga mewawancarai murid, guru, dan kepala sekolah. Pada saat kami datang, les pembelajaran sudah mulai berakhir jadi kami harus menunggu beberapa menit untuk les pembelajaran selanjutnya. Sementara itu, beberapa dari kami memantau lokasi dan memotret sarana dan prasarana yang ada. Tak lama kemudian kami diperbolehkan masuk.
Pada saat itu kami masuk ke kelas VII 5 yang sedang belajar pkn, kelas yang sangat antusias dan aktif. Observasi pada kelas VII 5 menghabiskan waktu selama 60 menit. Kami juga berkesempatan masuk ke lab bahasa yang pada saat itu ada pembelajaran di dalamnya. Kami berhasil mewancarai satu orang siswa dan satu orang siswi seputar permasalahan pembelajaran dan  juga mewancarai kepala sekolah SMP Putri Cahaya seputar metode pembelajaran dan kepuasan kerja para guru. Kami juga diajak berkeliling oleh ketua OSIS untuk mendokumentasikan beberapa foto sarana dan prasarana sekolah yang belum sempat terjelajahi. Setelah merasa observasi kami lengkap kami bergerak pulang.
Analisis dengan Teori Belajar dan Teori Perkembangan
            Teori Albert Bandura
·         Self-efficacy
Menurut Bandura self-efficacy adalah keyakinan individu terhadap kemampuan mereka akan mempengaruhi cara individu dalam bereaksi terhadap situasi dan kondisi tertentu. Jadi pada saat melakukan observasi kami harus yakin kalau kami bisa menyelesaikan tugas observasi sekolah ini dengan baik dan dapat menempatkan diri kami dengan tepat.

Teori Lev Vygotsky
·         Dalam teori ini terdapat yang namanya zone of proximal development (ZPD) yaitu serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai seseorang secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Dan ketika kami melakukan observasi di sekolah ini, teori ini terlaksanakan karena dosen juga sudah menerangkan terlebih dahulu proses dan tahapan observasi serta pengumpulan tugas dan jika masih belum paham kami juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada dosen psikologi pendidikan. Dan kami juga saling membantu dalam menguasai tahapan observasi dan pengumpulan hasil-hasil observasi.
                       
§  Scaffolding yaitu dukungan sementara dari pihak luar sampai anak dapat mengerjakannya sendiri. Pada saat mata kuliah berlangsung dosen juga menanyakan apa yang belum dimengerti pada observasi dan mengingatkan kami untuk segera menngurus surat perizinan observasi ke sekolah-sekolah.

·         Bahasa dan pemikiran juga terlihat di dalam diskusi kelompok kami, kami memikirkan pertanyaan apa yang harus diajukan dan menyusun bahasa formal yang seuai. Pada pengumpulan hasil observasi kami juga melakukan hal yang sama.

Teori Skinner (Operant Conditioning)                  
·         Reinforcement Positive
Terjadi ketika dosen akan meberikan nilai yang semakin baik jika hasil observasi semakin tajam dan banyak yang dianalisis. Ini membuat kami berlomba-lomba untuk menampilkan hasil yang lebih tajam
·         Reinforcement Negative
Terjadi ketika adanya pembatasan terhadap tugas (deadline) kami dimana mungkin apabila waktu batasnya habis, tugas kami tidak akan diterima lagi sehingga kami menghargai waktu dan membiasakan kami untuk tepat waktu terhadap hasil kerja dan tidak mengecewakan orang lain.
·         Punishment
Para mahasisiwa yang tidak mengerjakan tugas tidak akan mendapatkan nilai apapun dan akan berdampak pada nilai yang akan diterimanya pada semester ini. Dengan adanya hukuman ini membuat mahasiwa sadar dengan kewajibannya.

Teori Kohlberg
·         Post conventional reasoning
Pada fase ini seseorang menentukan kode moral etik yang terbaik baginya. Pada saat observasi kelompok kami juga mengedepankan kode etik dan moral. Dari mulai meminta perizinan, etika dalam berpakaian dan berbahasa.
Evaluasi terhadap Hasil Observasi di Kelas
      Profil Kelas
Kelas VII 5
Wali Kelas                   : Lilis Hestiani Simanjuntak
Ketua Kelas                : Francius Bertan Nababan
Jumlah Siswa              : 40 orang
Jenis Kelas                  : Reguler
      Lama Observasi          : 90 menit
Kelas VII terletak di bagian depan sekolah, dekat dengan gerbang sekolah. Di dalam kelas terdapat satu white board, kemudian meja dan kursi yang tersusun terlalu rapat dan agak sesak, begitu juga dengan meja guru yang sangat rapat dengan meja siswa. Lalu di meja guru terdapat vase bunga sebagai penghias. Terdapat mading kecil di sebelah white board yang berisi jadwal piket dan lain sebagainya. Sebagai pendingin ruangan terdapat kipas dan AC. Lalu juga terdapat kalender di dalam kelas.
Dari hasil pengamatan kami mengenai proses belajar-mengajar di kelas, komunikasi antara guru dan siswa sangat baik. Siswa terlihat aktif dalam kelas dan guru juga memberikan respon dengan baik, keduanya saling berbaur. Dalam proses pembelajaran guru dan murid terlihat semangat. Guru berbicara dengan jelas sehingga siswa mudah menangkap.
Di sela-sela pengajarannya guru memberikan sedikit joke dan siswa terlihat semakin tertarik dan menjadi tidak bosan. Pandangan siswa tertuju pada guru walaupun ada juga sebagian murid yang seperti acuh tak acuh dan kurang tertarik. Saat guru memberikan pertanyaan mereka juga berlomba dalam menjawab.

Analisis Proses Belajar-mengajar dengan Teori Belajar
 Teori Lev Vygotsky
      Dalam teori ini terdapat yang namanya zone of proximal development (ZPD) yaitu serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan orang dewasa atau anak yang lebih mampu. Dan ketika kami mengamati proses belajar mengajar di kelas, teori ini terlaksanakan karena ketika guru memberi soal, guru tersebut menjelaskan terlebih dahulu baru siswa mengerjakan sendiri dan jika masih belum paham boleh bertanya kepada temannya yang sudah paham.
                       
      Lalu juga terdapat Scaffolding yaitu dukungan sementara dari pihak luar sampai anak dapat mengerjakannya sendiri. Di dalam kelas terlihat dukungan dari sang guru ketika anak mengerjakan soal, seperti menanyakan hal yang masih tidak dipahami lalu dijelaskan kembali sampai anak tersebut benar-benar paham dan bisa menyelesaikan sendiri.
      Lalu tentang bahasa dan pemikiran juga terlihat di dalam kelas, ketika guru bertanya mereka berlomba untuk menjawab, dan saat menjawab mereka berpikir apa kata-kata yang harus disampaikan agar jawabannya benar. Ada yang terlihat terbata-bata namun ada juga yang lancar dalam menjawab.

Teori Erikson
Observasi terhadap guru SMP Putri Cahaya
      Dalam mengajar, guru menggunakan kurikulum yang ada dengan metode pengajaran yang masing-masing berbeda pada tiap guru.
      Guru mengajar mengikuti perkembangan teknologi        memotivasi usaha belajar anak
      Menyediakan guru BP yang akan membantu anak dalam mengeksplorasi identitas diri.
      Masing-masing guru mempunyai cara mengajar berbeda dengan satu tujuan    bagaimana anak dapat berkompetisi.
      Membuat diskusi kelompok dalam pengajaran untuk membantu anak lebih berani dalam mengeluarkan pendapatnya.
      Membentuk karakter anak melalui pembelajaran moral; agama dan muatan lokal; PKN.
      Mengkaji kreativitas siswa melalui kegiatan enterpreneurship
      Guru sebagai pusat belajar tetapi pada situasi tertentu guru sebagai pendorong anak.
      Perubah kurikulum memengaruhi cara mengajar guru        membuat pelatihan kepada guru.

Teori Skinner (Operant Conditioning)                  
·         Reinforcement Positive
Terjadi ketika anak-anak yang diobservasi diberikan pertanyaan oleh gurunya, dan gurunya berjanji memberikan nilai tambah jika ada anak yang bisa menjawab pertanyaan guru tersebut. Pada akhirnya pemberian nilai tambah ini membuat peningkatan respons anak-anak anak bertambah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan itu.
·         Reinforcement Negative
Terjadi ketika kelas ribut dan guru tersebut akan mengurangi nilai ketika anak-anak yang diobservasi tersebut masih tidak mau diam. Dengan pengurangan nilai tersebutanaak-anak itu kemudian diam dan kembali memperhatokan guru yang sedang mengajar dengn seksama.
·         Punishment
Seorang anak tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya. Sehingga guru yang sedang mengajar di kelas itu memberikan hukuman yaitu agar anak tersebut berdiri  di depan kelas selama jam pelajaran berlangsung. Hukuman ini diberikan agar anak itu di hari berikutnya dapat mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Teori Piaget
§  Tahap Operasional Formal
Sejak umur 11 tahun, anak sudah memasuki tahap operasional formal. Pada tahap ini, individu dapat berfikir secara lebih abstrak, idealis dan logis.
Murid pada awal tahap operasional formal :
      Berdiskusi mencari pemecahan masalah
      Aktif berinovasi
      Membayangkan kemungkinan-kemungkinan
Karena Hypothetical Deductive Reasoning

            Saat teori ini diaplikasikan dalam kelas, kami melihat guru memberi pertanyaan, kemudian banyak murid yang mengangkat tangan dan menebak-nebak jawaban dari soal tersebut. Hal ini dikaitkan dengan kemampuan anak pada tahap operasional formal, yaitu : menyusun hipotesis dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan.


Senin, 24 Maret 2014



TEORI EKOLOGI BRONFENBRENNER
Teori ekologi dikembangkan oleh Urie Bronfenbrenner (1917-) yang fokus utamanya adalah konteks sosial dimana anak tinggal dan orang-orang yang mempengaruhi perkembangan anak.


Lima Sistem Lingkungan
Teori ekologi Bronfenbrenner terdiri dari lima sistem lingkungan yang merentang dari interaksi interpersonal sampai ke pengaruh kultur yang lebih luas. Bronfenbrenner menyebut sistem-sistem itu sebagai mikrosistem, mesosistem, ekosistem, makrosistem, dan kronosistem.

  • Mikrosistem adalah setting dimana individu menghabiskan banyak waktu. Beberapa konteks dalam sistem ini antara lain adalah keluarga, teman sebaya, sekolah dan tetangga. Dalam mikrosistem ini, individu berinteraksi langsung bukan sebagai penerima pengalaman pasif. Tetapi adanya hubungan timbal balik dengan orang lain dalam mengkontruksi setting tersebut.

Contoh : Sejak lahir hingga sekarang saya tidak pernah terlepas dari lingkungan keluarga. Selama hidup saya menghabiskan waktu dengan keluarga. DI rumah saya tinggal bersama Ayah, Ibu, dua saudara laki- laki saya. Bukan hanya itu, di lingkungan tempat tinggal saya, saya juga mempunyai tetangga. Layaknya keluarga, saya dan tetangga saya hidup rukun dan saling membantu dalam segala hal. Selain lingkungan rumah, hampir selama hidup saya dihabiskan dengan bersekolah. Di sekolah saya dapat berinteraksi secara langsung dengan orang banyak. Baik dengan teman sebaya, guru-guru, penjaga sekolah, pegawai sekolah, penjaga kantin, dan banyak lagi. Di sekolah saya bukan hanya belajar mengenai mata pelajaran yang diberikan guru, tetapi saya juga belajar untuk bersosialisasi dengan orang lain secara langsung.

  • Mesosistem adalah kaitan antar mikrosistem. Salah satu mesosistem yang penting adalah hubungan antara sekolah dan keluarga.

Contoh : Dikeluarga saya, orang tua saya memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat, kebebasan untuk berbicara, dan tetap diajarkan cara bersikap dan berbicara yang baik dengan orang lain maupun orang yang lebihb tua dari kita. Oleh karena telah didasari keberanian yang berasal dari keluarga, di sekolah saya cukup dikenal oleh guru dan teman-teman saya dalam hal berani mengungkapkan pendapat dan berbicara di depan umum. Adanya didikan yang positif dari keluarga mengakibatkan adanya dorongan yang positif pula dari dalam diri untuk meraih prestasi. Dulu saya pernah menjadi anggota OSIS di sekolah. Dan mendapat jabatan sebagai ketua seksi di bidang keagamaan. Selain itu, saya juga sering bertugas dalam upacara bendere. Baik itu sebagai protokol, anggota paduan suara, pembaca undang- undang dan lain- lain. Dan jika ada event yang dilaksanakan oleh sekolah saya juga turut berpartisipasi. Pengalaman yang seperti itu jugalah yang akan menjadi bekal saya di lingkungan yang akan saya jejaki selanjutnya. Selalu berkesinambungan antara lingkungan yang satu dengan yang lainnya.


  • Eksosistem terjadi ketika pengalaman di setting lain (di mana murid tidak berperan aktif) mempengaruhi pengalaman individu dalam konteks mereka sendiri.


Contoh : Di setiap sekolah pada umumnya pasti memiliki perpustakaan. Perpustakaan merupakan salah satu dari sekian banyak fasilitas yang disediakan oleh sekolah untuk membantu mengembangkan kemapuan anak murid. Oleh sebab itu ada baiknya jika perpustakaan di bawah pantauan dan izin dari kepala sekolah untuk dapat memasukkan buku-buku bacaan baru, sehingga pengetahuan siswa- siswa terus berkembang melalui buku- buku yang ada di perpustakaan tersebut. Oleh sebab itu petugas pengawas perpustakaan juga memegang peran yang kuat dalam menentukkan kualitas sekolah bahkan kualitas siswa- siswa. Dan pegawai perpustakaan juga mempunyai kewajiban dalam menata ruangan perpustakaan sehingga menimbulkan minat baca para siswa.


  • Makrosistem adalah kultur yang lebih luas. Kultur adalah istilah luas yang mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak. Kultur adalah konteks terluas di mana individu tinggal, termasuk nilai adat dan istiadat masyarakat.


Contoh : Indonesia terdiri beragam suku dan budaya. Salah satunya suku Batak Karo. Saya berasal dari keluarga Batak Karo. Di dalam kebudayaan Karo sangat terkenal dalam hal bermusyawah. Dalam bahasa Karo dikenal dengan kata “runggu”. Apapun itu harus di bicarakan dan diambil keputusannya bersama. Adanya pencapaian kesepakatan bersama dilakukan dengan bermusyawarah. Tujuannya untuk menjauhkan perpecahan antar individu tersebut. Seperti contohnya pada saat acara adat orang meninggal, dilakukan musyawarah untuk menentukkan kapan, dimana, dan bagaimana acara itu dilaksanakan. Dan hal tersebut telah dilakukan mulai dari zaman dulu hingga sekarang.
Bukan hanya itu, anak gadis pada suku karo sangat dituntut untuk rajin. Hal itu karena pada saat dia nanti berkeluarga dialah yang mengambil banyak peran dalam pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, sejak dari kecil anak perempuan dalam suku karo sudah di didik untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Seperti dalam falsafah orang karo seorang perempuan yang sudah menikah diharapkan sama seperti indung manuk (sama seperti induk ayam). Maksudnya, seekor induk ayam akan mendidik anaknya untuk dapat hidup mandiri dan seekor induk ayam akan melindungi anaknya dari segaal ancaman bahaya. Sebelum anaknya bisa mendapatkan makanannya sendiri, sang induk megais mencari makana untuk anaknya. Setelah ia menemukan makanan itu ia akan memanggil anak- anaknya untuk memakan makanan itu.
Dalam aspek sosioekonomi kekayaan yang dimiliki oleh seorang individu juga berpengaruh dalam perkembangannya. Misalnya seorang anak yang orang tuanya berpenghasilan menengah ke atas cendrung lebih malas dibandingkan anak yang penghasilan orang tuanya menengah kebawah. Hal itu karena semua hal yan diingininya cendrung sudah dipenuhi oleh orang tuannya tanpa harus melakukan suatu usah untuk mendapatkannya. Sedangkan anak yang orang tuanya mempunyai penghasilan menengah ke bawah cendrung lebih rajin dan cendrung menjadi pekerja keras karena untuk mendapatkan hal yang dia inginkan dia harus melakukan usaha.


  • Kronosistem adalah kondisi sosiohistoris dari perkembangan anak.



Contoh : Pada saat saya masih kecil permaianan yang berbau elektronik sangat sedikit. Permainan yang dimainkan cendrung permainan yang memanfaatkan benda- benda yang berada disekitar pekarangan rumah. Misalnya permainan batu lima, masak- masakan, engklek, dan masih banyak lagi. Tetapi seiring berkembangnya zaman, permainan yang seperti itu sedikit demi sedikit menghilang. Pada zaman sekarang anak- anak lebih suka bermain dekat alat elektroniknya dibanding bermain diluar bersama teman- temannya. Pada umumnya anak pada zaman sekarang diberi gadget oleh orang tuanya. Oleh karena itu, adanya sosialisasi yang kurang pada anak zaman sekarang dibandingkan anak- anak pada saat saya masih kecil dulu. Kalau pada saat dulu, hampir semua anak- anak lebih memilih bermain diluar rumah bersama teman- temannya dibandingkan bermain di dalam rumah dengan mainannya sendiri. Hal itu lah yang menyebabkan tingkat perkembangan sosial anak terhambat.

Teori yang dibahas : Teori Bronfenbrenner
Kelompok 3
Ketua : Agita Purba (13-044)
Anggota : Sri Hasyuni (13-016)
               Novita Lubis (13-022)
               Lely (13- )
               Ice Kristina (13-124)




Selasa, 11 Maret 2014

Psikologi Pendidikan dan Teknologi


 

Teknologi dan Pendidikan
Seiring semakin berkembangnya zaman, 
teknologi kini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia saat ini khususnya di bidang pendidikan. 
Kita dapat melihat dari penggunaan komputer-komputer di sekolah dan pengaksesan internet dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah.Pada intinya, sesuai dengan fungsinya, teknologi sangat membantu dalam mempermudah proses pendidikan.
Kita bisa melihat contohnya dalam kehidupan sehari-hari seperti penggunaan proyektor yang digunakan oleh pendidik dan peserta didik untuk mempermudah dalam penyampaian materi pelajaran, penggunaan komputer dan internet dalam menyelesaikan tugas, dan masih banyak lagi.

1.     Revolusi Pendidikan
Revolusi teknologi merupakan bagian dari masyarakat informasi dimana kita berada. Pada saat ini sudah menjadi hal yang biasa buat orang untuk menggunakan komputer, internet, dan sebagainya untuk berkomunikasi bahkan untuk belajar dan bekerja. Dimana di zaman dahulu orang belm mengenal yang namanya teknologi, hanya dengan menggunakan batu, kayu untuk menulis. Akan tetapi, di dunia yang kini berorientasi teknologi, kompetensi orang semakin di tantang dan diperluas dengan cepat. Bahkan teknologi sudah menjadi bagian dari sekolah. Oleh sebab itu dibutuhkan pendidik yang peka dengan perkembangan teknologi sehingga dapat memanfaatkannya dalam mengajar.

2.     Internet
Internet merupakan inti dari komunikasi melalui komputer. Sitem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhybung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses dengan mudah.
World wide web (web) adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi internet seperti Google, Yahoo!, Youtube, dan lain-lain.
Website adalah lokasi individu atau oragnisasi di internet seberti Blog, Tumblr, dll. Website menampilkan informasi yang dimasukkan oleh individu atau organisasi tersebut.
E-mail adalah singkatan dari electronic mail dan merupakan bagian penting lain dari internet. Pesan dapat dikirim dan diterima dari individu atau banyak individu sekaligus.
Oleh sebab itu mengapa internet merupakan alat pembelajaran penting dalam pendidikan. Dari internet ilmu seseorang dapat bertambah jika diarahkan ke arah yang positif. Jika dipakai secara efektif internet bisa memperluas akses pengetahuan dan orang diseluruh dunia.


3.     Masa Depan : Komputer di Mana-mana

Ubiquitous computing menekankan pada distribusi komputer untuk lingkungan, tidak lagi secara personal. Dalam lingkungan ini, teknologi akan menjadi latar belakang. Hal ini akan memungkinkan satu orang menggunakan lebih dari satu perangkat. Hal-hal yang dulu hanya bisa dikerjakan melalui komputer, kini telah digantikan oleh perangkat-perangkat yang lebih praktis dan dapat digunakan di mana saja. Contohnya, dahulu, pengaksesan internet hanya bisa digunakan melalui komputer yang telah disambungkan dengan jaringan. Saat ini, dengan kecanggihan teknologi yang ada, pengaksesan internet dapat dilakukan melalui aplikasi-aplikasi yang lebih praktis seperti pada gadget-gadget yang kini digunakan orang banyak.

Sebagai mahasiswa yang sedang mengenyam kegiatan pendidikan, khususnya psikologi pendidikan, ubiquitous computing ini sangat membantu karena untuk mengakses informasi sudah menjadi lebih mudah. Misalnya, hanya berbekal fasilitas notebook dan modem atau wi-fi, mahasiswa sudah dapat mengakses informasi untuk kepentingan tugas, mengirim tugas melalui email, dan mengadakan diskusi online. Ubiquitous computing, dalam hal ini notebook dan modem/wi-fi, mempermudah kita melakukan banyak hal dalam rangka mendapatkan informasi hanya menggunakan perangkat yang simple dan dapat dilakukan dimana saja. Contoh lainnya adalahsmartphone yang juga mempermudah proses pendidikan. Hanya dengan menggunakan aplikasi browser kita sudah dapat men-download file-file yang mungkin diperlukan dalam proses atau kegiatan pendidikan kita.

Rabu, 05 Maret 2014

Psikologi Pendidikan : Perangkat Untuk Mengajar Secara Efektif


Psikologi Pendidikan : Perangkat Untuk Mengajar Secara Efektif

Psikologi pendidikan merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.

Pengajaran Proses pendidikan yang sebelumnya sudah direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah belajar.

Pembelajaran Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Sejarah....

William James 
Eksperimen di laboratorium tidak bisa menjelaskan cara mengajar anak secara efektif.
Penting mempelajari proses belajar dan mengajar dikelas. Mengajar pada titik yang lebih tinggi dari kemampuan anak

John Dewey
Motor penggerak untuk mengaplikasikan psikolog ditingkat praktis.
Ide-ide :
٭ Anak-anak pembelajar aktif.
٭ Pendidikan difokuskan pada anak secara keseluruhan sehingga bisa beradaptasi dan memecahkan masalah.
٭ Anak-anak berhak mendapatkan pendidikan.

E. L. Thorndike

- Tugas pendidikan di sekolah yang terpenting adalah menanamkan keahlian penalaran anak.
- Intelegensi diklasifikasikan dalam 3 bentuk kemampuan, yaitu :
           ٭ Kemampuan Abstrak
                  Suatu kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan gagasan dan simbol-simbol.
              ٭ Kemampuan Mekanik
                  Suatu kemampuan untuk bekerja menggunakan alat-alat mekanis dan kemampuan untuk melakukan aktifitas sensory-motor.
              ٭ Kemampuan Sosial

     Burrhus Frederic Skinner
    
      ٭ Pendekatan behavioral
      ٭ Operant Conditioning : konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam probabilitas perilaku         itu akan terjadi.
      ٭ Konsekuensi (reinforcement - punishment) bersifat sementara pada perilaku organisme.

Cara Mengajar yang baik....

·  Pengetahuan dan keahlian profesional
· Komitmen dan motivasi

Pengetahuan dan Keahlian profesional
* Penguasaan materi pelajaran
* strategi pengajaran
* Pemahaman kontrutivisme
   Anak secara aktif membangun dan menyusun pengetahuan dan pemahamannya.
* Penetapan tujuan dan keahlian perencanaan instruksional
* Kealian manajemen kelas
* Keahlian komunikasi
* Bekerja sama secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural
* keahlian teknologi

Komitmen dan Motivasi
* Pendekatan riset ilmiah
  - Riset ilmiah mereduksi kemungkinan bahwa informasi didasarkan pada keyakinan, opini dan perasaan personal.
  - Riset ilmiah didasarkan pada metode ilmiah
     + Merumuskan masalah
     + Mengumpulkan data
     + Menarik kesimpulan
     + Merevisi kesimpulan dan teori riset

Metode Riset....

1. Riset Deskriptif
    Bertujuan untuk mengamati dan mencatat perilaku.
    * Observasi alamiah dan partisipan
    * Wawancara dan kuisioner
    * Tes standar
    * Studi kasus
    * Studi etnografik
2. Riset kolerasional
3. Riset eksperimental

Rentang Waktu Riset...

- Cross Sectional
- Longitudinal

Tantangan Riset...

- Etika
- Gender
- Etnis dan kultur