Pages

Minggu, 14 Januari 2024

How are you, Git?

After long time gak menggunakan blog ini, jadi agak kaku, linglung dan sejenisnya (?)

Jujur awal buat blog cuma buat tugas kuliah wkwkwk.. jadi daripada di-πŸ‡-in, mending dimanfaatkan menjadi tempat bercerita.

First of all... How are you, git? Gimana kehidupan ditengah gempuran tuntutan hidup? Masih aman?🀣  

Ehhh.. asam lambung gimana? Walaupun akhir-akhir ini sering kumat dan sangat menganggu, please jangan mati karena asam lambung ya (Loh?!🫠) Ingat pesan dokter Git "control your mind, Git. It will pass. Jangan stress". (I wish you could, GitπŸ™πŸ™πŸ™ bisa yok bisa)

Aku berharap Gita bisa happy dengan semua pilihan hidupmu ya. Do and choose what makes you happy, yang penting gak nyalahin aturan. Dirimu berharga, jangan mati sia-sia. Kamu itu sangat berguna dan dibutuhkan terutama keluargamu.

Oiya.. di tahun ini bakalan jadi tahun ke 10 atas peristiwa yang gak bakal kamu lupain dalam hidup. So this is your second life? I guess so. Lol. Gak terasa waktu cepat berlalu. Jadikan semua pengalaman yang Gita alami saat ini menjadi bekalmu dikemudian hari ya.

Jangan pernah takut untuk mengambil keputusan. Jangan pernah takut untuk mencoba. Jangan pernah takut untuk gagal. Jangan pernah takut untuk kalah. Gak apa-apa kok kalo saat ini kamu terjatuh dan berada di titik terendahmu, yang penting jangan lupa untuk bangkit kembali. Karena semua itu adalah proses dalam hidup untuk menjadi lebih baik.

Memang terkadang kamu merasa gak ngerti akan kondisi dan keinginanmu. It's okay git. As long as you still love yourself, everything's gonna be okay. Minta Tuhan untuk memberikanmu hikmat, selalu menyertai dan memberkati langkahmu.

Mungkin gak ada yang nanya kabarmu dan memastikan kamu benar-benar baik-baik saja. Jadi pastikan untuk selalu bertanya dan pastikan dirimu baik-baik saja. Ask yourself ya Git. Kalo kamu sedang gak baik-baik saja, it's okay to cry kok. Peluk dirimu dan berdoa. Please jangan nangis lama-lama ya, nanti kamu bisa sesak 🀧

Semoga gita semakin hari bertumbuh dan dibentuk menjadi pribadi yang tangguh dan bijak ya. Always love you, Gita πŸ€πŸ€—

Rabu, 15 April 2015

EVALUASI PROGRAM ANDRAGOGI “BA2BAKI” KELOMPOK 8

Anggota Kelompok :

A.    Teori Khit Pen Dikaitkan Dengan Performa Yang Akan Ditampilkan Kelompok
Konsep Khit-pen ini merupakan program-program pendidikan luar sekolah di Thailand. Khit-pen berarti mampu berfikir. Konsep Khit-pen berfikir secara kritis dan kecakapan memecahkan masalah.” Konsep tersebut dipahami sebagai pendekatan untuk melakukan proses belajar mengajar. Konsep Khit-penini didasari oleh filsafat budha. Pertama, hidup adalah penderitaan. Keduapenderitaan itu dapat diatasi, ketiga mengatasi penderitaan.” Bila ada permasalahan, bisa dicari solusinya, tapi sebelum itu sumber penderitaan harus diidentifikasi, dan kemudian baru mencari cara pemecahan yang baik.
            Dalam hal ini kelompok berusaha mengedepankan pemecahan yang sesuai dengan teori khit-pen. Kelompok mengidentifik masalah yang dihadapi banyak orang, terutama mahasiswa dan tercetuslah ide mengatasi masalah bau kaki. Dengan menjunjung konsep ini, kelompok ingin memberikan pemecahan masalah yang terbaik dan mudah dilakukan bagi semua kalangan. Dalam pelaksanaannya, kami menggunakan metode workshop, dimana kelompok akan menyampaikan pemecahan-pemecahan masalah terkait bau kaki, lalu mendemonstrasikan cara-cara menghilangkan bau kaki, dan peserta bisa mempraktekkannya langsung. Lalu, peserta pun diharapkan turut serta aktif dan ikut berpartisipasi dengan asumsi performa kelompok mengedepankan masalah sehari-hari yang dialami banyak orang.
B.     Konsep Performa
Adapun konsep performa yang akan digunakan adalah Workshop. Dimana, workshop merupakan metode yang melibatkan seluruh peserta dalam mempraktekkan program yang diajukan. Seperti yang kita ketahui, pembelajaran andragogi melibatkan orang dewasa. Dimana orang dewasa akan mampu mengaplikasikan apa yang dipelajari jika dialami secara langsung atau berdasarkan pengalaman. Untuk program yang diajukan kelompok yaitu “BA2BAKI” sangat membutuhkan intervensi dari peserta untuk dapat merealisasikan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada pelaksanaan terdapat kesalahan persepsi kelompok mengenai metode workshop, dimana kelompok mengasumsikan bahwa workshop merupakan metode yang melibatkan sebagian peserta saja sehingga konsep performa yang ditampilkan lebih mengarah kepada metode demonstrasi. Metode ini adalah metode yang menggunakan satu atau dua partisipan untuk mempraktekkan kepada peserta yang lain. Seiring dengan proses pembelajaran dengan masukan dosen pembimbing yaitu Ibu Dina akhirnya kelompok dapat merealisasikan metode workshop yang melibatkan seluruh peserta meskipun dengan tambahan waktu terhadap estimasi waktu yang telah ditetapkan kelompok sebelumnya.

C.    Alat Dan Bahan
D.      Teh celup
E.       Bedak bayi
F.       Bubuk kopi
G.     Koran
H.     Kertas tisu

I.        Cara Pembuatan

1.       Menggunakan teh celup
-          Letakkan teh celup yang masih baru ke dalam sepatu.
-          Tinggalkan dalam satu malam.
2.       Menggunakan bedak bayi
-          Taburkan bedak bayi ke dalam area sepatu.
-          Tinggalkan dalam satu malam.
3.       Menggunakan bubuk kopi
-          Masukkan bubuk kopi ke dalam kertas tisu.
-          Letakkan bungkusan kopi ke dalam sepatu.
-          Biarkan dalam satu malam.
4.       Menggunakan koran
-          Bungkus sepatu dengan koran, usahakan rapat agar bau terserap oleh koran.
-          Letakkan sepatu di tempat yang dingin selama satu malam.

J.      Tantangan
·         Waktu
            Tantangan yang melibatkan waktu terkait dengan diskusi mengenai pelaksanaan workshop dan pembuatan program. Adapun yang menjadi tantangannya adalah kesibukan masing-masing anggota kelompok sehingga kelompok sulit untuk berkumpul dan menentukan perencanaan yang akan direalisasikan.
·         Topik
            Tantangan yang berkaitan dengan topik dialami oleh kelompok ketika menentukan tema workshop. Pada awalnya kelompok mengusulkan topik mengenai makanan sehat yang berjudul “Sayur Enak Menyehatkan Penuh Warna (SEMPURNA)”. Namun, setelah mendapatkan saran dan kritik dari dosen pembimbing, yaitu Ibu Dina, kelompok akhirnya memutuskan untuk mengganti topik dengan “Bye Bye Bau Kaki (BA2BAKI)” yang disesuaikan dengan kebutuhan para mahasiswa andragogi.
·         Alat dan Bahan
            Kelompok tidak mengalami kendala dalam masalah penyediaan alat maupun bahan yang akan digunakan dalam workshop.
·         Proses Pelaksanaan
            Kendala yang dialami dalam hal ini adalah kesulitan dalam menentukan metode yang paling sesuai untuk topik BA2BAKI. Awalnya kelompok bermaksud untuk melakukan workshop yang melibatkan semua peserta dalam mempraktekkan program. Namun, setelah didiskusikan lebih lanjut, kelompok memilih metode demonstrasi yang dilaksanakan dengan memilih dua orang secara random dari peserta untuk mempraktekkan cara yang didemonstrasikan.
·         Pengaturan Peserta
Awalnya kelompok berencana untuk tidak membagi peserta workshop menjadi kelompok-kelompok dan membiarkan peserta duduk sebagaimana adanya. Namun dikarenakan pertimbangan agar peserta lebih fokus terhadap demonstrasi yang dilakukan untuk jenis sepatu yang berbeda, maka kami membagi peserta menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang memakai flat shoes (sepatu slip-on, sepatu yang tidak memakai tali) dan kelompok yang memakai sepatu bertali (sepatu kets, sepatu boots, dsb).

K.    Proses Yang Terjadi Selama Pelaksanaan
Sebelum presentasi dimulai, kelompok berkumpul di depan untuk mempersiapkan alat dan bahan yang akan dipercobakan. Pada saat itu juga kelompok berkumpul untuk mengingatkan kembali tugas masing-masing anggota. Kemudian, ketika presentasi akan dimulai bagian pembukaan dibawakan oleh moderator yaitu Muhammad Firman Akbar. Pembukaan berisikan penyebab dari bau kaki dan bau sepatu. Setelah itu dilanjutkan oleh Yolanda Maranatha yang menjelaskan mengenai cara menghilangkan bau pada kaki. Kemudian presentasi dilanjutkan oleh presenter selanjutnya Agita Nova Purba yang menjelaskan mengenai alat dan bahan yang digunakan untuk menghilangkan bau pada sepatu dan cara menghilangkan bau pada sepatu. Pada saat menjelaskan alat dan bahan yang digunakan, presenter berikutnya yakni Riza Indri dan Triana Hamidah menunjukkan alat dan bahan yang digunakan. Setelah presentasi mengenai cara menghilangkan bau sepatu selesai, dilanjutkan oleh Riza Indri dengan menjelaskan cara kerja dengan melakukan praktek di depan kelas. Setelah selesai mempraktekkan kelompok meminta dua orang yang menggunakan sepatu flat dan sepatu bertali. Tetapi pada saat itu audiens tidak langsung mempraktekkan karena masih diberi pengarahan oleh presenter Riza Indri. Setelah praktek selesai audiens yang maju diberikan reward. Kemudian kami membuka sesi pertanyaan yang dibawakan kembali oleh Muhammad Firman Akbar. Pada saat sesi pertanyaan ada beberapa audiens yang menanyakan mengenai konsep andragogi yang kami terapkan pada saat presentasi. Akhirnya karena pertanyaan dan saran yang diberikan teman-teman dan juga dosen, kami diberikan kesempatan sekali lagi untuk mengulangi prakteknya dengan memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia. Audiens yang berjumlah 40 orang dibagi menjadi 5 kelompok, dimana tiap kelompok terdiri dari 8 orang. Tiap kelompok diatur dengan posisi duduk yang melingkar sehingga presenter dapat dengan mudah menjelaskan pada audiens mengenai cara menghilangkan bau kaki dan bau sepatu. Dan audiens diajak untuk langsung mempraktekkannya pada sepatu mereka. Setelah praktek selesai, presentasi ditutup oleh moderator.

L.     Kendala Yang Dihadapi
·         Waktu
Waktu yang digunakan kelompok untuk presentasi sudah mencukupi dan tidak melewati batas waktu yang disediakan. Tetapi karena adanya kesalahan metode yang digunakan, kelompok diberikan waktu tambahan oleh dosen untuk melakukan workshop dan memperbaiki performa sebelumnya.
·         Alat Dan Bahan
Sebelum pelaksanaan, kelompok hanya mempersiapkan alat dan bahan secukupnya untuk metode demonstrasi. Sehingga pada saat akan melakukan workshop untuk perbaikan performa, alat dan bahan yang disediakan kelompok tidak mencukupi dan mewajibkan para peserta saling berbagi alat dan bahan.
·         Proses Pelaksanaan
Kurang perhatian audiens
·         Performa
Kelompok mengakui adanya ketidakmatangan perencanaan dan pembagian tugas antar anggota kelompok sehingga performa yang ditampilkan masing-masing anggota kelompok masih memiliki kekurangan seperti kesalahan interpretasi dalam melakukan metode BA2BAKI, perasaan gugup sewaktu membimbing dan mempresentasikan program.
Untuk pembagian tugas, kelompok mengakui adanya pembagian tugas yang tidak merata. Seperti pada anggota kelompok Triana Hamidah yang hanya mendapatkan sedikit peran sebagai fasilitator dan Andrie Syahreza yang hanya memiliki peran sebagai fotografer. Adapun hal-hal yang menyebabkan hal ini adalah kurangnya respon dan kerjasama di dalam kelompok.
Kelompok mengharapkan untuk ke depannya performa masing-masing individu dan kerja sama antar anggota kelompok dapat ditingkatkan dan memberikan hasil yang lebih baik.
M.   Kritik Dan Saran
·         Ilmi Khoir
Saudari Ilmi menyatakan kritik sebagai berikut:
-          Mengapa peserta dibagi menjadi dua kelompok jika tidak ada perlakuan khusus yang membutuhkan pembagian kelompok?
-          Cara-cara menghilangkan bau sepatu menggunakan bahan yang berbeda tidak terlalu jelas, sehingga terlihat seperti tahapan-tahapan.
-          Mengapa peserta tidak diajak untuk mengaplikasikan sendiri cara-cara yang dipresentasikan?
-          Mengapa metode yang menggunakan bubuk kopi dilanjutkan dengan membungkus sepatu dengan koran, sementara saat presentasi disebutkan bahwa sepatu tidak dibungkus koran setelah diletakkan bubuk kopi?
·         Gianne
Saudari Gianne menyatakan kritik mengenai cara-cara yang digunakan untuk menghilangkan bau sepatu tidak memperlihatkan atau memberikan efek secara langsung.
·         Cynthia
Saudari Cynthia menyatakan kritik mengenai peran kelompok yang terlihat tidak merata, sehingga hanya beberapa anggota kelompok saja yang terlihat aktif dalam pelaksanaan demonstrasi ataupun workshop.
·         Ibu Filia Dina Anggaraeni
Ibu Filia Dina menyatakan kritik dan saran sebagai berikut:
-          Sebagai pembelajaran dalam mata kuliah Andragogi, seharusnya peserta workshop diajak untuk mempraktekkan sendiri cara-cara yang digunakan untuk menghilangkan bau sepatu. Begitu juga dengan dua orang partisipan yang diajak ke depan, seharusnya mereka diizinkan untuk mengaplikasikan cara tersebut pada sepatu mereka tanpa dibantu fasilitator.
-          Pada saat presentasi, perhatian semua peserta belum terfokus. Saran untuk hal ini adalah sebelum presentasi seharusnya kelompok membuat energizer atau pembangkit semangat bagi para peserta agar perhatian terfokus pada presentasi dan demonstrasi.
N.    Pembagian Tugas
Moderator     : M. Firman Akbar
Presenter       : Yolanda Maranatha
                        Agita Nova Purba
Fasilitator      : Riza Indri
                       Triana Hamidah
Dokumentasi : Andrie Syahreza

O.    Transaksasi Dana
-          Bubuk Teh      : Rp2000,- (2 Bungkus, 12 buah)
-          Bubuk Kopi    : Rp7000,- (1 Bungkus)
-          Bedak              : Rp5000,-
-          Reward           : Rp18500,- (2 Botol Minuman, 5 Buah Snack)
-          Tissue              : Rp5000,- (1 Bungkus)
Total               : Rp37500,-


Rabu, 25 Maret 2015

BA2BAKI (BYE BYE BAU KAKI)



RANCANGAN PEMBELAJARAN ANDRAGOGI
KELOMPOK 8 :

JUDUL : BA2BAKI (BYE BYE BAU KAKI)
LATAR BELAKANG :
Di era modern sekarang ini, memaksa kita untuk bergerak pada peradaban yang semakin maju dan canggih. Aktivitas yang kita lakukan pun bergerak kian cepat dengan hadirnya berbagai teknologi canggih. Meskipun demikian, interaksi dengan orang lain secara langsung merupakan hal yang fundamental dalam berbagai hal di dunia, apakah itu pekerjaan maupun sekedar kopi darat.
Kemajuan peradaban manusia  juga mendorong munculnya inovasi-inovasi baru dalam hal sandang, papan dan pangan. Berbagai makanan yang muncul mulai dari makanan cepat saji hingga makanan alami menyehatkan, arsitektur bangunan serta perabot rumah tangga yang kian menawan juga menambah kenyamanan ketika berada dirumah. Pakaian yang kian bervariasi pun kini menjadi kebutuhan bagi manusia, mulai dari baju, aksesoris hingga sepatu.
Tidak bisa kita pungkiri, sepatu bukan lagi hal yang terkesan kaku jika dikenakan. Kemunculan model-model baru semakin memperkuat image sepatu sebagai outfit yang harus dimiliki setiap orang. Berbagai profesi di dunia mengharuskan kita untuk mengenakan sepatu baik yang di dalam ruangan seperti kantor, sekolah, universitas  maupun yang di lapangan.  Tak hanya professional yang mengenakan sepatu saat mereka bekerja. Para kalangan muda juga tak jarang mengenakan sepatu saat mereka sedang mengunjugi teman-teman atau sekedar nongkrong. Namun, tahukah kita bahwa sepatu juga dapat mempengaruhi aktivitas kita sehari-hari?
Sepatu biasanya kita kenakan dalam waktu yang cukup lama, bisa mencapai  8 sampai 12 jam dalam sehari bahkan lebih. Kaki yang biasa kita tutup dengan sepatu ternyata bisa menimbulkan berbagai permasalahan baik kebersihannya, kesehatannya, dan keindahannya. Ada beberapa masalah dengan kaki yang umum dialami oleh kita, misalnya, telapak kaki pecah-pecah, kuku kaki yang kotor bahkan aroma kaki yang tidak sedap.
Aroma kaki yang tidak sedap atau yang sering kita sebut dengan bau kaki (bromhidorsis) merupakan kondisi yang sangat mengganggu penampilan dan orang-orang disekitar kita yang menciumnya. Sebelumnya kita hanya mengira bau kaki disebabkan oleh keringat atau sepatu dan kaos kaki yang kotor. Tapi terkadang sering mengganti kaos kaki juga masih saja timbul bau pada kaki.
Keringat, sebenarnya tidak menimbulkan bau kaki karna keringat hanya tersusun oleh mineral (Na, Cl, dan k), tetapi keringat dapat berubah menjadi bau akibat adanya bakteri yang bercampur dengan keringat pada kulit kaki. Bakteri pada kulit kaki kita dapat menguraikan lemak dan protein dalam keringat kita menghasilkan senyawa asam. Nah, senyawa asam inilah yang menyebabkan bau tidak sedap pada kaki kita. Sebenarnya bau itu dapat menguap dan hilang dengan cepat saat bakteri menguraikan lemak dan protein pada kulit kita seperti pada tangan. Tetapi karena terhalang oleh kaos kaki kita maka tidak dapat menguap dengan cepat ke udara. Inilah yang menyebabkan timbulnya bau kaki.
Bau kaki yang muncul, juga menyebabkan munculnya bau tidak sedap pada sepatu. Kita sering terpaku pada munculnya bau kaki tanpa memperhatikan kebersihan sepatu yang kita kenakan sehari-hari. Seringkali kita berusaha untuk setiap hari membersihkan kaki, mengganti kaus kaki namun tetap saja masih mencium aroma tidak sedap. Hal ini dikarenakan masih terdapat bakteri yang menimbulkan bau di sepatu kita. Oleh sebab itu, kelompok ingin mengajukan sebuah gagasan pembelajaran untuk menghilangkan aroma yang tidak sedap pada sepatu dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat seperti serbuk teh dan bedak.
 Diharapkan, melalui pembelajaran ini para pembelajar dapat mengatasi permasalahan munculnya bau sepatu dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
TUJUAN :
·         memberikan pengetahuan mengenai permasalahan kaki baik kebersihannya, kesehatannya, dan keindahannya
·         memberikan pengetahuan mengenai pengaruh sepatu terhadap kebersihan, kesehatan dan keindahan kaki
·         Memberikan pembelajaran cara menghilangkan bau tidak sedap pada kaki dan sepatu
METODE PEMBELAJARAN :
Adapun metode pembelajaran dilakukan dengan teknik presentasi oleh kelompok mengenai permasalahan kaki dan penanggulangannya. Serta metode praktik langsung yang dibimbing oleh fasilitator dan dilakukan oleh seluruh partisipan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil yang dikategorikan berdasarkan model sepatu yang dikenakan.
Waktu yang dibutuhkan selama proses pembelajaran berkisar 30 menit.
·         Presentasi           : 20 menit
·         Praktik                  : 10 menit
PELAKSANA :
·         Presenter
-          Agita Nova Purba
-          Yolanda Maranatha
·         Fasilitator
-          M. Firman Akbar
-          Andrie Syahreza
-          Riza Indri
-          Triana Hamidah
·         Dokumentasi
-          Yolanda Maranatha
·         Partisipan
-          semua mahasiswa/i mata kuliah andragogi Fakultas Psikologi USU tahun 2015
-          bukan anggota kelompok 8
-          mengenakan sepatu

A.      Mengurangi Bau pada Kaki
CARA:
1.       Mencuci kaki dengan sabun anti bakteri.
2.       Gunakan bedak bayi pada kaki sebelum memakai kaos kaki dan sepatu.
3.       Jangan membiasakan memakai kaos kaki yang sama selama berhari-hari (ganti kaos kaki setiap hari).
4.       Menggunakan sepatu yang memiliki ‘ventilasi’.
5.       Pilih kaos kaki yang terbuat dari bahan katun atau bahan yang menyerap keringat.
6.       Gunakan anti-perspirant pada kaki Anda.
7.       Usahakan menggunakan sepatu secara bergantian.
8.       Tinggalkan sepatu yang telah dipakai selama 24 jam atau lebih untuk mengeringkannya sebelum dipakai kembali.

B.      Mengurangi Bau pada Sepatu
ALAT DAN BAHAN :
1.       Teh celup
2.       Bedak bayi
3.       Bubuk kopi
4.       Koran
5.       Kertas tisu

CARA KERJA:
1.       Menggunakan teh celup
-          Letakkan teh celup yang masih baru ke dalam sepatu.
-          Tinggalkan dalam satu malam.
2.       Menggunakan bedak bayi
-          Taburkan bedak bayi ke dalam area sepatu.
-          Tinggalkan dalam satu malam.
3.       Menggunakan bubuk kopi
-          Masukkan bubuk kopi ke dalam kertas tisu.
-          Letakkan bungkusan kopi ke dalam sepatu.
-          Biarkan dalam satu malam.
4.       Menggunakan koran
-          Bungkus sepatu dengan koran, usahakan rapat agar bau terserap oleh koran.
-          Letakkan sepatu di tempat yang dingin selama satu malam.
DANA :
-          Teh celup                              : Rp10.000
-          Bedak bayi                            : Rp15.000
-          Bubuk Kopi                           : Rp10.000
-          Kertas Tisu                            : Rp10.000
-          Koran                                      : Sumbangan
HASIL  :
1.       Diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan cara mengurangi bau kaki di rumah masing-masing.
2.       Diharapkan cara yang didemonstrasi oleh kelompok dapat secara efektif membantu peserta dalam mengurangi bau kaki.