Pages

Jumat, 06 Juni 2014

PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI

Malcolm Knowles
Malcolm Knowles menyatakan bahwa apa yang kita ketahui tentang belajar selama ini adalah merupakan kesimpulan dari berbagai kajian terhadap perilaku kanak-kanak dan binatang percobaan tertentu. Pada umumnya memang, apa yang kita ketahui kemudian tentang mengajar juga merupakan hasil kesimpulan dari pengalaman mengajar terhadap anak-anak. Sebagian besar teori belajar-mengajar, didasarkan pada perumusan konsep pendidikan sebagai suatu proses pengalihan kebudayaan. Atas dasar teori-teori dan asumsi itulah kemudian tercetus istilah "pedagogi" yang akar-akarnya berasal dari bahasa Yunani, paid berarti kanak-kanak dan agogos berarti memimpin. Kemudian Pedagogi mengandung arti memimpin anak-anak atau perdefinisi diartikan secara khusus sebagai "suatu ilmu dan seni mengajar kanak-kanak".

Istilah andragogi diambil dari bahasa Yunani. andr dan agogo. Andr artinya dewasa dan agogo berarti membimbing atau mengamong. Jadi, andragogi adalah kegiatan membimbing atau mengamong orang dewasa. Sejak tahun tujuh puluhan, andragogi diberi arti sebagai ilmu dan seni untuk membantu orang dewasa belajar (andragogy is the science and arts of helping adults learn). Menurut Knowles (1977), pendekatan pembelajaran ini dianggap sebagai lawan pedagogi (andragogy versus pedagogy).

APA YANG MEMBEDAKAN PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI?
  • Pada pedagogi pembelajar disebut “siswa” atau “anak didik” , sedangkan pada andragogi pembelajar itu disebut “peserta didik” atau “warga belajar”
  • Pada pedagogi metode pelatihannya pasif seperti metode ceramah, sedangkan andragogi menggunakan pelatihan aktif.
  • Pada pedagogi belajarnya berpusat pada isi atau pengetahuan teoritis, sedangkan andragogi belajar terpusat pada kehidupan nyata.
  • Pada pedagogi tujuan belajar sudah ditentukan sebelumnya, sedangkan kalau andragogi tujuannya flexibel.
  • Gaya belajar pada pedagogi bersifat dependen, sedangkan andragogi bersifat independen.
  • Pada pedagogi guru lah yang berperan untuk mengontrol waktu dan kecepatan sedangkan andragogi pembelajaran mempengaruhi waktu dan kecepatan.

Nah, berdasarkan apa yang membedakan antara pedagogi dan andragogi saya mau memberikan contoh berdasarkan pengalaman pribadi saya mengenai dua hal tersebut.
Dulu, waktu saya masih duduk di sekolah dasar semua proses masih dan harus bergantung pada guru. Semua proses pembelajaran tergantug pada guru, bagaimana suasana dan arah pembelajaran pun tergantung pada bagaimana guru mengajar. Pada saat masih disekolah dasar, semua pembelajar disekolah dipanggil dengan murid. Murid-murid dalam proses pembelajaran tidak dapat secara aktif turut serta dalam proses pembelajaran. Itu karena pada saat masih seperti itu pembelajaran cendrung lambat, karena adanya batasan untuk keikutsertaan murid aktif dalam kelas. Semua yang kami lakukan disekolah semua masih tergantung pada guru. Misalnya dalam membuat kerajinan tangan. Kami para murid masih menunggu guru untuk memberi tahu bahan apa saja yang dibutuhkan, bagaimana cara pengerjaannya, kemampuan dalam menghadapi kesulitan yang ditemui dalam melakukan kerajinan tangan pun kurang. Hal itu karena kurangnya penglaman dari para murid dan pada saat ini pengalaman daripada murid pun bernilai sangat kecil. Untuk melakukan kegiatan itu pun terkadang masih menunggu perintah guru tanpa adanya inisiatif dari dalam diri untuk melakukan.


Berbeda dengan andragogi. Saat ini saya sedang menjalani proses pembelajaran yang andragogi. Proses pembelajarannya pun lebih flexibel tanpa harus bergantung dari pendidik. Pada pembelajaran andragogi, peserta didik tidak lagi dipanggil murid melainkan dipanggil peserta didik. Karena proses pembelajaran yang flexibel, peserta didik dituntut untuk lebih aktif dalam mencari informasi mengenai pelajaran apa yang akan dia bahas di kelas. Belajarnya pun terpusat pada masalah yang ada, oleh sebab itu pengalaman dalam kehidupannya sehari-hari sangat berguna dalam proses pembelajarannya. Misalnya seperti biasanya sebelum saya masuk kelas Psikologi Pendidikan, saya akan mencari tahu materi apa yang akan dibahas. Nah, pada saat ini saya berencana untuk dapat bisa membagi apa saya yang ketahui dan dapat berdiskusi dengan teman mengenai materi apa yang sedang kami bahas itu. Sehingga berdasarkan penglaman dan pengetahuan yang kami miliki masing-masing pengetahuan kami dapat bertambah. Oleh sebab itu, pada pembelajaran ini pendidik tidak terlalu aktif dalam memberikan informasi, melainkan peserta didi lah yang aktif mencari dan mendapatkan informasi yang dia butuhkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar