Pages

Sabtu, 27 Desember 2014

Analisis Kasus Berdasrkan Teori Viktor Frankl

Setelah kemerdekaan Indonesia, Bapak J. Ginting yang merupakan seorang pejuang bergabung dalam Kesatuan Distrik Militer (KODIM). Pada saat itu kehidupan begitu susah. Gaji yang diperoleh tidak mencukupi untuk membiayai keluarga. Kemudian Bapak J. Ginting mengundurkan diri dari kesatuan tersebut dan mencoba berwiraswasta. Pada saat itu pemerintah mengizinkan pendirian PT sebagai pemasok barang diberbagai bidang. Hasilnya cukup lumayan tetapi itu berlangsung lama.
Kemudian Ia beralih profesi menjadi supir taksi yang dimilikinya sendiri. Hasilnya juga cukup lumayan tetapi tidak lama kemudian dia jatuh sakit. Sementara itu, istrinya yang sudah mulai berdagang merasakan kesulitan ekonomi karena harus berkeja sendiri. Selain itu Ia juga harus membiayai 6 orang anak yang masih kecil. Sakit Bapak J. Ginting berlangsung begitu lama, banyak dokter spesialis yang memprediksi penyakitnya bahkan ada yang menganjurkan kakinya untuk diamputasi. Ia harus beristirahat di tempat tidur karena dikakinya ada pembekakan dibeberapa bagian dan sangat terasa sangat sakit.
Kehidupan ekonomi semakin terpuruk. Istrinya tidak mempunyai kesempatan berdagang lagi karena harus menjaga suaminya. Hal ini berlangsung bertahun-tahun. Barang dagangan tak tersentuh lagi. Pengobatan terus dilakukan, bahkan pengobatan alternatif  juga dicoba tetapi tidak membuahkan hasil. Sekitar tahun 1980 seorang dokter lulusan Jerman bernama dokter Panusunan Siregar berhasil mengoperasi kaki Bapak J. Ginting. Ia menjadi sembuh dan dapat beraktivitas kembali.
Ia mencoba membantu istrinya berdagang. Hasilnya juga cukup lumayan, tetapi dia tidak merasa puas sampai disitu saja. Dia mencoba usaha lain. Seorang saudaranya menawarkan usaha gilingan padi karena saudaranya itu tidak dapat mengelola dengan baik sehingga bangkrut. Bapak J. Ginting setuju dan mengambil alih usaha gilingan padi itu. Cukup lama usaha itu tidak dapat berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah lahan tempat usaha masih harus disewa, kesulitan pekerja, dan modal usaha yang kurang.
Namun semangat pejuangnya masih ada didalam hidupnya. Ia tetap berusaha sampai ia memperoleh lahan yang cukup luas untuk tempat berusaha dan membangun kepercayaan bank sebagai mitra usaha. Bapak J. Ginting cukup berhasil dalam usahanya. Hingga sekarang usaha gilingan padinya tetap berjalan dengan baik sampai ia wafat.  Dan sekarang usaha tersebut diteruskan oleh seorang anaknya dan cukup berhasil.







VIKTOR EMIL FRANKL (1905-1997)
Viktor Emil Frankl dilahirkan dalam keluarga Yahudi pada tanggal 26 Maret 1905 di Austria dan meninggal dunia pada tanggal 02 September 1997 di Austria. Nilai-nilai dan kepercayaan Yahudi memiliki pengaruh yang kuat terhadap Frankl. Ini pulalah yang membuat Frankl memiliki minat yang besar didalam persolan keagamaan, khususnya dalam konteks makna dari hidup. Dan merupakan seorang tokoh neurology serta psikiatri.
Viktor Emil Franklin merupakan penggagas dari aliran logotherapy, dimana Viktor Frankl dipengaruhi oleh teori Eksistensial. Logotherapy merupakan gabungan dari kata logos yang berarti meaning (makna), yang berarti Logotherapy merupakan terapi yang melampaui makna.

Landasan Filosofi dari Viktor Frankl:
  1. The Freedom of Will
Yaitu kebebasan seseorang untuk bertanggung jawab. Menurut Frankl meskipun kondisi luar mempengaruhi kehidupan, namun individu bebas memilih reaksi dalam menghadapi, merespon, dan manangani kondisi-kondisi tersebut. Manusia harus menghargai kemampuannya  dalam mengambil sikap untuk mencapai kondisi yang diinginkannya. Manusia tidak sepenuhnya ditentukan oleh lingkungannya, namun dirinyalah yang lebih menentukan apa yang akan dilakukan terhadap berbagai kondisi itu.

  1. The Will to Meaning
Motivasi dasar manusia yang tertuju kepada hal-hal dasar di luar diri individu itu sendiri sehingga The Will to Meaning ini tidak bersifat self-centered (terpusat kepada diri sendiri).

  1. The Meaning of Life
·        Dapat ditemukan didalam kehidupan manusia, dan merupakan suatu yang unik, personal, dan juga spesifik.
·        The Meaning of Life tidak dapat kita terima dari orang lain ataupun diberikan oleh orang lain, sebab kita harus dapat menemukannya dengan diri sendiri kita.

Sumber Makna Hidup menurut Viktor Frankl:
  1. Creative Values
Makna hidup seseoang hendaknya berasal dari berkarya, bekerja, menciptakan, dan melaksanakannya karena seorang individu memang mencintai apa yang dikerjakannya.

  1. Experiental Values
Bagaimana seorang individu meyakini dan memahami kebenaran yang ada, nilai-nilai keyakinan, keindahan, cinta kasih, serta keimanannya.

  1. Attitudinal Values
Bagaimana seorang individu dapat mengambil sikap dan langkah yang tepat dan pasti terhadap suatu peristiwa buruk yang menimpanya dan tidak dapat dihindarinya.

ANALISIS KASUS BERDASARKAN TEORI VIKTOR FRANKL

The Freedom of Will
Pada saat setelah kemerdekaan keadaan ekonomi negara sedang tidak menentu. Sehingga hal itu membuat penghasilan anggota militer sangat rendah. Dengan penghasilan yang sedikit tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan 6 orang anaknya. Hal itu membuat Kakek saya keluar dari militer dan mencoba pekerjaan lain.
Selain itu, dia juga sempat mengalami sakit. Dan hal itu membuat keadaan ekonomi menjadi terpuruk lagi. Sehingga pada saat dia sembuh dari penyakitnya, dia mencoba usaha yang lain untuk dikerjakan yakni usaha gilingan padi.

The Will to be Meaning
keinginannya untuk memberi makna akan kehidupannya sebagai seorang lelaki, sebagai seorang suami dan seorang ayah.
Sebagai laki-laki dia harus menunjukkan ia seorang yang mempunya kemampuan dan kekuatan untuk mencukupi kebutuhannya dan melindungi ornag yang dicintainya.
Sebagai suami ia harus dapat menafkahi dan mencukupkan kebutuhan istrinya.
Sebagai seorang ayah tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan snadang pangan tetapi pendidikan juga dan masa depan juga prioritas. Terbukti dengan sekarang 4 diantara anaknya menjadi sarajana dan 2 lagi menjadi pengusaha.

The meaning of life
Ia merasakan dapat melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang lelaki, sebagai seorang suami, dan serorang ayah waluapun ada pasang surut dalam melakukannya. Namun semangatnya sebagai pasang lelaki, seorang suami, dan seorang ayah tidak pernah padam.

Sumber makna hidup menurutViktor Frankl :
1.     Creative Values
Sebagai seorang bekas pejuang dia pantang menyerah sekalipun banyak tantangan hidup. Hal itu membuat dia mencintai setiap pekerjaan demi memnuhi kebutuhan hidupnya, istri dan anak-anaknya. Karena prinsip hidupnya adalah selama hidup harus tetap berjuang untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari apa yang ada sekarang.

2.     Experiental Values
Kareana rasa cinta dan sayangnya kepada keluarga Ia tidak pernah berhenti berusaha. Sebagai makhluk Tuhan Ia percaya segala sesuatu yang dilakukan tidak menyalahi aturan Tuhan maka akan diberkati Tuhan.

3.     Attitudinal Values
Hidup itu harus berlangsung, perjuangan harus tetap dialkukan untuk mencapai hasil yang maksimal. Sehingga untuk mendapat kehidupan yang lebih baik harus berusaha sebaik mungkin.

  


DAFTAR PUSTAKA